Rekomendasi Masjid Dengan Arsitektur Unik di Indonesia, Cocok untuk Wisata Religi
Menjadi negara dengan secara umum dikuasai masyarakatberagama Islam, maka tidak abnormal bila kita sering menemui bangunan masjid kemanapun kita pergi. Fungsi utama masjid adalah selaku tempat beribadah umat muslim sekaligus selaku sentra kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-acara peringatan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan berguru Al-Qur'an sering dilakukan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan sampai kemiliteran.
Pada lazimnya , konsep desain masjid adalah sebuah bangunan dengan satu ruang besar dan sebuah ruang kecil di arah kiblat selaku tampat pengimaman salat. Seiring berjalannya waktu, desain masjid kian beragam, unik, serta menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Dengan bentuk bangunan yang lebih menarik, tak jarang masjid menjadi tujuan rekreasi religi bagi sebagian orang.
Nah di bawah ini terdapat nasehat masjid dengan desain yang ciamik, cocok untuk rekreasi religi bersama keluarga.
Masjid An-Nurumi, Yogyakarta
![]() |
| Gambar dari KSMTOUR |
Sering bepergian lewat Jalan Raya Jogja - Solo? Kalau ya, pasti tidak abnormal dengan bangunan masjid berkubah warna-warni di pinggir jalan ini. Masjid An-Nurumi, atau beberapa orang menyebutnya masjid Kremlin, terletak di Jalan Solo Km 15, Candisari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Bangunan yang corak atasnya cerah layaknya permen ini memang terlalu menonjol untuk tidak di perhatikan. Arsitektur atas masjid ibarat bangunan khas Rusia. Ukurannya tidak terlalu besar, namun sering dijadikan tempat beristirahat oleh para pelawat.
Masjid Agung Tuban, Jawa Timur
![]() |
| Gambar via Qoobah |
Dilihat dari kejauhan, masjid ini seperti istana yang megah dalam negeri dongeng 1001 malam. Bangunan ini berisikan 2 bab, ialah serambi dan ruang salat utama. Sekilas masjid ini terlihat seperti Masjid Raya Baiturrahman di Aceh.
Tak jauh dari masjid, terdapat suatu makam milik salah satu Wali Sanga, adalah makam Sunan Bonang. Para pengunjung makam sering mampir ke masjid usai berziarah. Namun di masa pandemi ini, pemerintah lokal memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk menghemat laju penularan virus Corona.
Masjid As-Safinatun Najah, Semarang
![]() |
| Gambar via Youtube |
Kesan pertama masjid ini mengingatkan kita akan dongeng Nabi Nuh AS dan bahteranya. Berbentuk mirip kapal, masjid ini memiliki 3 lantai di dalamnya. Lantai pertama digunakan selaku aula, toilet, dan tempat wudu. Jamaah mampu melaksanankan salat di lantai 2 masjid. Sedangkan lantai 3 difungsikan selaku perpustakaan. Berjarak 45 menit dari sentra kota Semarang, para pelancong kadang kala mendatangi masjid ini untuk berwisata religi.
Masjid Raya Sumatera Barat, Padang
![]() |
| Sumber gambar : Wikipedia |
Masjid ini dibangun pada tahun 2005 dan final pada 2019, dua tahun kemudian. Arsitektur bangunan, khususnya atap terinspirasi dari bentuk bentangan kain di dikala empat kabilah suku Quraisy di Mekkah menyebarkan kehormatan memindahkan kerikil Hajar Aswad. Bentuk ujung atap yang lancip tersebut juga mempresentaikan bentuk rumah budbahasa suku Minang, rumah gadang. Menelan biaya sekira Rp 330 miliar, Masjid Raya ini sekarang menjadi ikon atau landmark provinsi Sumatera Barat
Masjid Tiban, Malang
![]() |
| Masjid Tiban via Portal Madura |
Unik dan bernilai seni tinggi. Setidaknya itulah yang terlintas di kepala ketika mendatangi Masjid Tiban di Malang. Dengan dinding yang dihiasi keramik biru, konon katanya masjid ini dibangun tanpa pengarahan dari arsitek loh. Berdiri megah dan anggun, masjid ini memiliki total 10 lantai. Lantai pertama digunakan selaku ruang salat dan aktifitas keagaman lainnya. Sedangkan lainnya berfungsi selaku dapur, tempat tinggal pengelola masjid dan para santri, kios milik santri, dan bahkan kebun hewan mini. Maka tidak heran bila masjid Tiban ini sering menjadi destinasi rekreasi religi para turis.
Masjid Amirul Mukminin, Makassar
![]() |
| Masjid Apung via Okezone |
Masjid Amirul Mukminin dibangun di atas permukaan laut, menjadikannya masjid apung pertama di Indonesia. Masjid ini berada di dekat pantai Losari di kota Daeng. Diresmikan oleh mantan wakil presiden Jusuf Kalla, pelancong yang berkunjung ke pantai terkadang mampir ke masjid ini untuk beribadah atau sekadar beristirahat. Penopang masjid ini berbentukbeton yang didorong ke dasar maritim. Barulah di atasnya dibangun masjid yang dikonsep ibarat rumah panggung.
Jika berkunjung ke masjid apung ini, waktu terbaiknya adalah di sore hari menjelang malam. Pemandangan matahari terbenam dari masjid akan menjadi salah satu kenangan yang tak terlewatkan seumur hidup.





